28 Agustus 2009

Blackberry Bikin Lemah Otak Sabtu, 29 Agustus 09

Memiliki telepon selular cerdas semacam Blackberry memang menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan Blackberry, aktivitas mengirim email, menerima email, chatting, hingga berselancar di internet bisa dilakukan bersamaan, kapan saja, dan di mana saja.

Namun, tahukah Anda, di balik kemudahan yang diberikan, karakter Blackberry yang mampu membuat penggunanya melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking), itu justru berisiko melemahkan daya konsentrasi penggunanya.

Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan, seseorang yang terbiasa melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan atau diselang-seling (multitasker), tidak memiliki kemampuan konsentrasi yang baik. Ia cenderung kesulitan menyerap informasi lantaran fokusnya mudah beralih dari satu hal ke hal lain yang tidak memiliki hubungan.

Penelitian dilakukan terhadap 262 mahasiswa Universitas Stanford. Mereka yang terbiasa memanfaatkan teknologi secara bersamaan memiliki daya tangkap atau respons yang rendah terhadap sebuah masalah dalam kehidupan sehari-harinya.

"Otak mereka dibanjiri terlalu banyak informasi akibatnya mereka tidak selektif lagi untuk memilah informasi yang penting dengan cepat," kata Dr David W Goodman, Direktur Pusat Gangguan Psikologis di Maryland, Baltimore.

Sedangkan, mereka yang hanya memanfaatkan satu teknologi sesuai kebutuhan pada waktu tertentu, memiliki daya tangkap yang lebih baik. "Multitasking akan menjadi masalah serius bagi perkembangan diri seseorang, dan bisa berdampak buruk pada kondisi tertentu yang seharusnya membutuhkan konsentrasi maksimal seperti saat menyetir kendaraan," kata Goodman.

Ia pun mengkritisi fenomena Blackberry yang berperan penting menciptakan penggunanya sebagai seorang multitasker. Setiap saat perangkat Blackberry akan bergetar atau berdering saat ada email dan pesan singkat masuk. Dan setiap saat pula pengguna akan memainkan Blackberry-nya.

Untuk itu, ia menyarankan para pengguna Blackberry agar tak mengaktifkan jaringan internetnya selama 24 jam. “Buat jadwal untuk membuka email, misalnya satu jam sekali, atau dua jam sekali," kata Goodman. "Jangan menjadikan diri sebagai budak getar atau dering Blackberry." 


sumber:www.vivanews.com

02 Mei 2009

MUNAFIK

Di Jakarta ada bisnis baru yang unik, yaitu jasa penyewaan tas-tas mahal. Penggagas bisnis ini melihat bahwa orang Indonesia senang tampil bergaya di muka umum. Mereka berusaha mendandani diri dengan baju dan aksesoris bermerek terkenal. Semakin besar biaya yang dikeluarkan, semakin besarlah rasa percaya diri mereka.
Namun, jika terus-terusan berbelanja merek mahal tentu kantong akan jebol. Melihat hal ini, sang pengusaha mencium peluang bisnis. Dia membeli tas-tas merek terkenal dan menyewakannya. Ternyata jasa ini mendapat sambutan yang baik.
Lakunya bisnis ini menunjukkan gejala bahwa orang semakin enggan tampil apa adanya di depan orang lain. Sikap ini menunjukkan adanya kadar kemunafikkan dalam diri orang itu. Penyebabnya adalah perasaan gengsi dan keengganan untuk mengakui kenyataan hidupnya.
Perilaku kemunafikan ini tidak banyak merugikan orang lain, kecuali dirinya sendiri. Namun ada kemunafikan yang lebih membahayakan, yaitu kemunafikan untuk menutupi kesalahannya. Dalam film tentang gangster, kita melihat pemimpin mafia yang rajin berderma. Ini dilakukannya untuk menutup-nutupi perilaku busuknya. Yang lebih gawat lagi, jika ada orang yang memanipulasi ajaran agama untuk menciptakan kesan kesalehan. Yesus mengecam keras perilaku ini: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.”
Kerugian Kemunafikan
Ada harga yang harus dibayar oleh orang-orang yang memutuskan untuk berperilaku munafik:
1. Menguras Waktu, Tenaga dan Dana
Kemunafikan adalah hidup dalam kepalsuan. Orang itu harus hidup di dunia dunia: dunia nyata dan dunia rekaannya sendiri. Hal ini tentu saja membutuhkan banyak waktu, tenaga dan dana. Jika ada orang mengaku sebagai pengusaha sukses, maka dia akan mengeluarkan uang untuk membeli berbagai peralatan kaum eksekutif. Termasuk juga mengikuti gaya hidupnya. Misalnya, makan di restoran mewah dan main golf.
2. Hidup dalam Tekanan
Orang yang munafik selalu merasa takut kedoknya bakal terbongkar. Dia harus berakting sedemikian rupa untuk meyakinkan orang lain. Otaknya selalu berputar mencari cara untuk menutupi kebohongannya. “Sebuah kebohongan hanya dapat ditutupi dengan kebohongan lain yang lebih besar.”
3. Perasaan Tertuduh
Hati kecil orang yang munafik pasti berkata: “Ini bukan hidupku sesungguhnya.” Dia mengakui bahwa hidup seperti ini sesungguhnya tidak benar. Dalam hatinya selalu dikejar-kejar perasaan bersalah.
4. Tuntutan Pertanggung-jawaban
Pada hari Penghakiman nanti, kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita. Terhadap orang-orang yang munafik, Allah akan memberi hukuman “yang lebih berat”
Yesus mengecam keras perilaku yang munafik. Dia memerintahkan pengikut-Nya supaya hidup secara jujur. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat”

Sumber : http://www.sabdaspace.net/pengaruh_kemunafikan

24 Maret 2009

Kenangan 2

KENANGANKU .....

kenangan bersamamu
tak kan pernah ada lagi
senyummu itu yang terakhir
dan kau terus jauh meninggalkan

kini apakah kau tau? keadaanku
bagaimana rapuhku tanpamu
cerita tentangmu
semua takkan kembali

ku ingin lepaskan
lepas dari luka yang kau ciptakan
dibawah butiran-butiran hujan
dan didalam keheningan ini
aku ingin lepaskan
tapi ku tak bisa
karna ku terlalu sayang padamu ..... !?!

Sajak Kenangan


SEDIHKU ADALAH SENANGMU ..... DUKAKU ADALAH CITAMU .....

lama aku menunggu untuk mencari hatimu
sudahilah rasa ini bersama kau pergi
biar kan saja duka dalam hari2ku pergi dan massa itu pun juga

mungkin baru akan engkau sadari besarnya hati ini bila dapat
bersamamu perjuangan hidupku untuk semua yang telah aku lakukan
telah pergi bersama luka yang telah kau buat unntukku

Dalam redup malam ini
hampanya malam tersibakkan kalbu
Ku ngin curahkan ... tumpahkan
toekmu seorang ... kasihku...

Rindu aku padamu
Perasaanku kosong tanpamu
Ku pikirkan hanya dirimu
Oh.......kasihku
Obatilah sakit imajinasiku
Terangi kegelapanku
Tuntulah aku tuk temani jalanmu
Karena aku...

23 Maret 2009

Pemecatan Sepihak SMA Pasundan 8

9 tahun yang lalu, saya adalah seorang guru honor di SMA Pasundan 8 Bandung tepatnya sejak bulan Juli tahun 1999 dengan NUPTK: 5339749652200023. Mulanya saya mengajar pada mata pelajaran PPKn dan pengantar Komputer namun sejak tahun 2007 saya mengajar mata pelajaran TIK (teknologi informasi dan komunikasi) di kelas X dan XI (IPA). sayapun termasuk dalam organisasi Forum Komunikasi Guru Honorer Sekolah (FKGSH) Kota Bandung dengan nomor anggota 2007-08-0303.

Pada awalnya, saat terlaksananya pertandingan Pencak Silat antar SMA Tahun 1995 saya diminta oleh Bapak Drs. Asep Sudrajat yang pada saat itu menjabat Wakasek Kesiswaan untuk melatih Pencak Silat di sekolah karena dipandang perlu untuk prestasi siswa di SMA Pasundan 8 Bandung.

Rabu, 12 November 2008 pukul 8.40 WIB, saya dipanggil oleh kepala sekolah, di tengah-tengah yang hadir pada saat itu (wakasek kurikulum, urusan kesiswaan dan wakasek sarana-prasarana), beliau memberitahukan ada laporan dari wali kelas dan orang tua siswa yang menyebutkan bahwa saya telah memungut uang Rp 1.000,00/siswa.

Hal itu langsung saya tolak dengan tegas karena saya tidak pernah merasa memungut uang siswa. Saya hanya memberikan gambaran dari pertanyaan para siswa mengenai cara mengumpulkan dana melaksanakan tugas praktikum yang diberikan, dan hal itu saya jawab, "Kalau tidak bisa mencari yang bekas dan akan membeli yang baru coba saja dengan tabungan kelas Rp 500,00/siswa saja sudah lebih dari cukup".

Pada kenyataannya, semua argumen sampai permintaan konfirmasi dengan para siswa tidak diterima seperti yang dikatakannya (dalam bahasa Sunda) "Dengan dalih apa pun Pak Tatang harus menerima kondisi ini, dan dari mulai sekarang Pak Tatang berhenti bekerja di SMA Pasundan 8 SK-nya menyusul ...!" Saya seperti disambar petir, pada saat itu yang ada hanya amarah. Namun karena saya menghargai keberadaan para wakasek yang hadir saat itu, saya langsung pulang.

Saya tidak habis pikir, mengapa kepala sekolah dapat melakukan pemecatan sepihak? Yang saya lakukan justru guna kepentingan sekolah sesuai dengan buku pedoman yang diwajibkan. Saya sadar bahwasannya guru honor tidak memiliki payung hukum yang dapat melindungi karena keberadaan guru honor merupakan kebijaksanaan seorang kepala sekolah. Namun, apakah tidak bisa melalui surat peringatan (SP-1 & SP-2) terlebih dulu jika memang saya salah?

Dengan kondisi ini, saya berpendapat bahwa hal itu hanyalah alasan untuk mengeluarkan saya saja. Sebab wali kelas dan siswa yang saya hubungi, mereka menyangkal semua tuduhan yang diberikan pada saya. Namun jika pemecatan ini disebabkan tidak memiliki ijazah Akta-IV mungkin bisa saya terima, walau sebenarnya saya sudah pernah mencoba untuk mengikutinya di Universitas Langlangbuana, hanya karena keterbatasan biaya dan lain hal, saya gagal mendapatkan ijazah Akta-IV tersebut.

Saya berharap, kepala sekolah dapat mengklarifikasi alasan pemecatan sepihak ini sehingga para siswa, guru, staf, dan karyawan mengetahui dengan jelas. Karena yang terjadi di lapangan sangatlah buruk, mereka berpendapat bahwa saya dipecat karena memungut uang siswa, dan hal itu sangat merugikan saya.

Perihal ini sempat saya ungkapkan kepada Ketua YPDM Pasundan melalui surat yang disertai lampiran SK Pengangkatan Mengajar dan tandatangan dukungan para siswa yang tidak setuju akan keputusan pribadi kepala Sekolah, namun hingga saat ini pihak YPDM Pasundan maupun SMA Pasundan 8 Bandung tidak menindaklanjutinya.

Apa yang harus saya lakukan ..... ??? sementara saya harus menghidupi 1 orang anak saya yang masih duduk di kelas 3 SD ..... ?!?!?